Sabtu, 15 November 2014

EVENT FAKULTAS PSIKOLOGI DESEMBER 2014

OMF 2012 Fakultas Psikologi Untag Surabaya PRESENT :
SEMINAR PSIKOLOGI "SEXSTISFACTION"
Mengungkap Fenomena GIGOLO.
Bersama :
1. dr. Susanto Suryaatmadja, MS, Sp.And (Dokter Spesialis Andrologi & Pengisi Acara @rumpix_SBO)
2. Mysterious Guest "Mr. G"
SELASA, 2 Desember 2014
Pukul 09.00 - 13.00 WIB
HTM: Rp. 15.000
More Info
Balqis Bella Andjani : 081703022822
Kartika Wahyu Hidayah P : 082232416064
KUOTA TERBATAS !

Rabu, 05 November 2014

BERSYUKURLAH

Jangan pernah menghitung rezeki yang di dapat orang lain. Namun akan lebih bijak ketika kita bisa menghitung rezeki kita sendiri. Dari situ kita akan bisa tahu bagaimana caranya bersyukur. Dengan menghitung rezeki yang diberikan orang lain, ada dua kemungkinan besar yang akan terjadi.. yaitu menjadi iri atau sombong. Yeeaahh kok bisa ?

Sombong karena merasa bahwa memiliki sesuatu hal yang lebih di banding orang lain ( dalam hal ini ketika seseorang melihat apa yang dimiliki oleh orang yang kekurangan )
Iri ketika melihat apa yang dimilki orang lain yang lebih dari dirinya ( dalam hal ini ketika seseorang melihat apa yang dimiliki oleh orang yang berlebih )

Ketika merasa sombong .. seseorang akan lupa dengan kodratnya sebagai manusia. terlalu sibuk dengan hal yang disombongkannya tersebut. Punya handphone yang lebih canggih dari temannya SOMBONG. punya wajah rupawan di banding orang lain SOMBONG. dari sombong itu akibatnya lupa untuk bersyukur. Lupa bahwa apa yang iya punya hanya titipan Allah dan akan kebali lagi padaNya.

Dan rasa iri muncul ketika melihat apa yang dimiliki oleh orang lain. lihat rezeki orang yang berlimpah IRI . lihat fisik orang yang sangat rupawan IRI . lihat orang sukses IRI . IRI dan IRI . dari IRI tersebut seseorang akan sering mengeluh .. mengeluh kenapa tak bisa memiliki apa yang dimiliki orang tersebut. Hingga yang fatalnya menyalahkan bahwa ALLAH tidaklah adil . Naudzubillahimindzalik L

Namun tidak semua berlaku hal yang sama seperti di atas . ada beberapa orang yang menjadikan motivasi dalam hidupnya ketika melihat ke atas ataupun kebawah tentang konsep perhitungan rezeki ini. Motivasi yang tidak luput dari rasa beryukur.

Beryukur ketika bisa menghitung rezeki yang dimiliki. Sering kita mendengar dari penceramah ataupun motivator islam yang mengatakan bahwa “berapa banyak uang yang kita keluarkan jika untuk bernafaspun kita harus membayar. Untuk berkedip harus bayar. untuk membuka mulut harus bayar .. Allahuakbar semuanya kita dapatkan dengan Cuma-Cuma – GRETONG “ Maha besar ALLAH atas segala nikmat dan karunianya pernah berfikir sampai kesana ? yuk atuh sekarang mulai difikirkan .. Apasaja yang telah diberikanNYA kepada kita .. sudahkah kita syukuri ? sudahkah kita menjaganya ? sudahkah kita siap untuk mempertanggung jawabkan semua yang kita gunakan di hari akhir nanti ? karena sesungguhnya semua yang kita punya hanyalah titipan yang akan dikembalikan lagi kepadaNYa .. Kepada ALLAH SWT.


Kamis, 04 September 2014

Dalam Islam kenapa Babi Haram dan kenapa Allah menciptakan Babi?

Allah menciptakan dan mengharamkan binatang babi tidak lain adalah perintah, untuk membuktikan manusia taat atau tidak. muslim yang taat adalah seorang muslim yang bertakwa yang berarti menjalankan segala perintah-nya dan menjauhi segala larangan-nya. tidak cukup menjadi seorang meyakini allah itu diesakan dalam ibadah tanpa ada amal/perbuatan. Berikut ini adalah dalil-dalil nya :

Allah SWT berfirman :
“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 )
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): “Beribadalah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut.” (QS. An – Nahl: 36)
“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al – Isra’: 23-24).
Katakanlah (Muhammad) marilah kubacakan apa yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu “Janganlah kamu MEMPERSEKUTUKAN sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun dia adalah kerabat(mu). Dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” ( QS. Al An’am: 151-153)
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa  (QS Al-Baqarah : 21)

Dalil Haramnya Babi
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Baqarah (2) : 173)
” Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari iniorang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Maa’idah (5) : 3)
”Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An `am (6) : 145)
” Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nahl (16) : 115)

Fakta Babi Tidak Layak untuk di konsumsi :
  1. Apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? Ya,karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya. Bagi orang yang beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
  2. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging).
  3. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada tersisa.
  4. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
  5. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi. Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).
  6. Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Itulah Beberapa alasan Kenapa Allah S.W.T melarang kita Memakan daging Babi.Subhanallah 
Sumber : http://www.pilarislam.com/dalam-islam-kenapa-babi-haram-dan-kenapa-allah-menciptakan-babi/